Memakmurkan
masjid
إِنَّ
الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ
بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ
اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ
إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا
عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
يَا
أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ
إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ.
يَا
أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَفْسٍ
وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا
وَنِسَآءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِيْ تَسَآءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ
اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا.
يَا
أَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا.
يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ
اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا.
أَمَّا بَعْدُ؛ فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللهَ،
وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَشَّرَ
الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ
وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ.
Alloh swt berfirman :
وَأَنَّ
الْمَسَاجِدَ لِلَّهِ فَلا تَدْعُوا مَعَ اللَّهِ أَحَداً
“Dan sesungguhnya masjid-masjid
itu adalah untuk Alloh. Maka janganlah kamu menyembah apa pun didalamnya selain
Alloh.” (Q.S al Jinn : 18)
Wahai hamba-hamba Alloh,
bertaqwalah dengan sebenar-benarnya taqwa, ketahuilah bahwa sesungguhnya
diantara rumah-rumah Alloh yang ada di muka bumi ini adalah masjid. Didalamnya
seorang hamba melakukan ibadah dan berdzikir kepada Robbnya. Orang-orang yang
selalu mendatangi masjid adalah para pemakmur masjid. Syariat islam dan cahaya
kerelegiusan terpancar secara jelas dari dalamnya.
Masjid adalah tempat yang paling dicintai
Alloh karena didalamnya diajarkan dan menyebarnya ilmu-ilmu, masjid berperan sebagai center
of knowledge atau pusat keilmuan yang didalamnya para mu’allim dan para da’i memberikan
pengajaran kepada khayalak masyarakat yang datang kemasjid, khususnya yang
berkaitan dengan agama islam dan al Quran. Para malaikat pun ikut meridhoi
mereka dengan menaungi mereka dengan sayapnya, Nabi saw bersabda :
مَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ
فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوْتِ اللهِ يَتْلُوْنَ كِتَابَ اللهِ وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ
إِلاَّ نَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِيْنَة وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَة وَحَفَّتْهُمُ
المَلاَئِكَةُ وَذَكَرَهُمُ اللهُ فِيْمَنْ عِنْدَهُ. (رواه مسلم)
“Tiada suatu kaum pun yang sama berkumpul dalam salah satu rumah
dari rumah-rumah Allah - yakni masjid - sambil membaca Kitabullah dan saling
bertadarus di antara mereka itu - yaitu berganti-gantian membacanya, melainkan
turunlah ketenangan di atas mereka, serta mereka akan diliputi oleh kerahmatan
dan diliputi oleh para malaikat dan Allah menyebut-nyebutkan mereka itu kepada
makhluk-makhluk yang ada di sisiNya - yakni para malaikat." (H.R Muslim)
Jama’ah jum’at yang dirohmati
alloh
Sungguh membangun masjid adalah
perkara yang sangat mulia dan mempunyai keutamaan yang sangat agung, dan
orang-orang yang memakmurkan masjid disifati oleh Alloh sebagai orang yang
beriman seperti dalam ayat Nya :
إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللَّهِ
مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِر وَأَقَامَ الصَّلاةَ وَآتَى
الزَّكَاةَ وَلَمْ يَخْشَ إِلاَّ اللَّهَ فَعَسَى أُوْلَئِكَ أَنْ يَكُونُوا مِنْ
الْمُهْتَدِينَ.
“sesungguhnya yang memakmurkan
masjid Alloh hanyalah orang-orang yang beriman kepada Alloh dan hari kemudian,
serta (tetap) melaksanakan sholat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada apapun)
kecuali kepada Alloh. Maka mudah-mudahan mereka termasuk orang-orang yang
mendapat petunjuk.” (Q.S at Taubah :18)
Orang-orang yang berjalan menuju
masjid kepergian dan kepulangannya dijanjikan oleh Alloh akan disediakan
hidangan di surga kelak, Rosulullah saw bersabda :
مَنْ غَدَى إِلَى
الَمَسْجِدِ أَوْ رَاحَ أَعَدَّ اللهُ لَهُ فِي الجَنَّةِ نُزلاً، كُلَّمَا غَدَى
أَوْ رَاحَ. (متفق عليه)
“"Barangsiapa pergi ke
masjid pada waktu pagi atau petang hari, maka Allah menyediakan untuknya suatu
hidangan - yang lazim diberikan untuk tamu - di syurga, setiap kali ia pergi
pagi atau petang hari itu." (muttafaq ‘alaih)
Alloh juga menjanjikan bagi
orang-orang yang terkait hatinya dengan masjid akan di naungi pada hari dimana
tidak ada lagi naungan selain dari naungan Nya. Ketika Rosulullah saw
mengabarkan perihal tujuh golongan orang yang akan mendapatkan naungan dari
Alloh, rosululloh juga menyebutkan diantaranya adalah orang-orang yang hatinya
terkait dengan masjid. Sudah sepatutnya kita menjaga untuk melaksanakan sholat
di dalamnya karena itu adalah tanda-tanda kebaikan seseorang.
Sungguh, membangun masjid adalah
suatu perkara yang sangat besar, rosulullah ketika melakukan hijrah ke madinah
pekerjaan pertama kali yang beliau lakukan adalah membangun masjid. Perkara ini
patut di contoh jika seorang muslim mendapati di negerinya belum terdapat
masjid, agar membangunnya, karena dari masjid lah syiar islam dapat berkembang
dan tersebar luas.
Jama’ah sholat jum’at yang
dirohmati Alloh
Rosulullah saw juga menganjurkan
kita untuk melaksanakan sholat secara berjama’ah dimasjid karena banyaknya
keutamaan dan keistimewaan yang terkandung didalamnya, diantaranya adalah, dia
akan mendapatkan pahala dari sholat jama’ahnya dua puluh tujuh atau dua puluh
lima kali lipat daripada dia melakukan sholat sendiri, Dari Ibnu Umar
radhiallahu 'anhuma bahwasanya Rasulullah s.a.w. bersabda: "Shalat jamaah
adalah lebih utama dari shalat fardyah - yakni sendirian -dengan kelebihan dua
puluh tujuh derajat." (Muttafaq 'alaih)
Apabila seorang hamba berwudhu
dan memperbagus wudhunya, kemudian dia berjalan pergi kemasjid, maka setiap
langkahnya akan dinilai sebagai kebaikan dan langkah yang lain akan menghapus
dosanya, malaikat juga akan mendoakan agar dia diampuni dan dirohmati selama
dia masih berada di tempat sholatnya, rosululloh saw bersabda :
المَلاَئِكَةُ تُصَلِّي
عَلَى أَحَدِكُمْ مَا دَامَ فِي مُصَلاَّهُ الَّذِي صَلَّى فِيْهِ مَا لَمْ
يُحْدِثْ، تَقُوْلُ : اللَّهُمَّ اغْفِرْلَهُ، اللَّهُمَّ ارْحَمْهُ. (رواه
البخاري)
“Para malaikat senantiasa
mendoakan salah seorang diantara kamu selama dia masih berada dalam tempat
dimana ia sholat, mereka berkata, “ya Alloh ampunilah dia, ya Alloh rahmatilah
dia.” (H.R Bukhori)
Rosulullah saw juga
memperingatkan dengan peringatan yang sangat keras bagi orang-orang yang
meninggalkan sholat jama’ah di masjid, dengan mensifati mereka seperti orang
munafik. Adapun bagi orang-orang munafiq, sholat yang paling berat mereka
rasakan adalah sholat shubuh dan juga sholat ‘isya, Dari Abu Hurairah r.a.
beliau berkata : "Rasulullah s.a.w. bersabda:
"Tidak ada suatu shalat pun yang paling berat dirasakan oleh orang-orang munafik itu daripada shalat Subuh dan Isya', tetapi andaikata mereka mengetahui betapa besar pahalanya kedua shalat itu, niscaya mereka akan mendatanginya sekalipun dengan berjalan merangkak ke tempat jamaahnya." (Muttafaq 'alaih)
"Tidak ada suatu shalat pun yang paling berat dirasakan oleh orang-orang munafik itu daripada shalat Subuh dan Isya', tetapi andaikata mereka mengetahui betapa besar pahalanya kedua shalat itu, niscaya mereka akan mendatanginya sekalipun dengan berjalan merangkak ke tempat jamaahnya." (Muttafaq 'alaih)
Bahkan Rosululloh juga pernah
menyuruh seseorang untuk mengimami sholat jama’ah, dan kemudian Rosululloh pergi
dengan membawa kayu bakar dan mengancam akan membakar rumah orang yang tidak
melaksanakan sholat secara berjama’ah. Akan tetapi karena diantara mereka
terdapat kaum perempuan dan anak-anak kecil, maka Rosululloh mengurungkan
niatnya untuk membakar rumah-rumah tersebut.
أَقُوْلُ
قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ
الْمُسْلِيِمْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ. فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ
الرَّحِيْمُ.
Khutbah kedua
اَلْحَمْدُ
لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا أَمَرَ فَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى عَنْهُ
وَحَذَّرَ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا
عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. صَلاَةُ اللهِ وَسَلاَمُهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ
وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.
Jama’ah sholat jum’ah yang
dirohmati oleh Alloh
Sungguh pada zaman sekarang ini,
banyak kita melihat kenyataan bahwa banyak orang yang berlomba-lomba untuk
membangun masjid, akan tetapi sangat sedikit sekali orang-orang yang mau
memakmurkan masjid-masjid tersebut. Sehingga kita dapat melihat masjid-masjid
itu sangat sepi ketika waktu sholat telah tiba, bahkan yang memprihatinkan
adalah beberapa masjid yang bahkan ketika waktu sholat datang, tidak ada sama
sekali orang yang mengadakan sholat jama’ah didalamnya. Kita juga dapat melihat
bahwa kebanyakan jama’ah sholat lima waktu dimasjid banyak didominasi oleh orang-orang
tua, yang menjadi pertanyaan bagi kita adalah, “kemanakah anak-anak muda islam,
yang seharusnya bisa menjadi penerus umat islam ini?, apakah mereka terlena
akan masa mudanya sehingga dengan mudahnya menghiraukan panggilan adzan, hanya
untuk mencari kesenangan dunia hingga lupa akan kewajibannya sebagai seorang
muslim?”
Marilah kita berdoa agar Alloh
menetapkan hati kita dalam ketaatan kepada Nya dan diteguhkan diri kita dalam
agama islam hingga kelak nyawa kita meregang dari raga dan semoga kita semua
mendapat akhir kehidupan yang baik atau husnul khotimah. Dan marilah kita
bersholawat kepada Rosululloh saw yang mana Alloh swt telah mendahului kita
dengan ayatnya :
إِنَّ اللَّهَ
وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا
صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا اَللَّهُمَّ
اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ
إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ. اللَّهُمَّ أَعِزَّ الإِسْلاَمَ وَالمُسْلِمِيْنَ
وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالمُشْرِكِيْنَ وَدَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ
المُوَحِّدِيْنَ وَاجْعَلِ اللَّهُمَّ َهذَا البَلَدَ آمِنًا مُطْمَئِنًّا وَسَائِرُ
بِلاَدِ المُسْلِمِيْنَ يَا رَبَّ العَالمَِيْنَ.
اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِ مَا سَأَلَكَ بِهِ عِبَادُكَ الصَّالِحُوْنَ،
وَنَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا اسْتَعَاذَ بِكَ مِنْهُ عِبَادُكَ الصَّالِحُوْنَ.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا
عَذَابَ النَّارِ.وَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ
وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.


iya saya setuju memang di anjurkan untuk mendengarkan khutbah saat shalat jum'at bagi para laki-laki.
ST3 Telkom