Rubrik Tela'ah Hadits

Jumat, 25 Maret 2011
BUAH ISTIQAMAH

Seseorang yang dapat melakukan suatu amalan dengan Istiqamah akan
meraih keuntungan yang besar, baik yang berkaitan dengan masalah
dunia apalagi urusan akhirat

Sabda Rasulullah saw.

عَنْ اَبِى عَمْرٍو وَقِيلَ اَبِى عَمْرَةَ سُفْيَانَ بْنِ عَبْدِ اللهِ الثَّقَفِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قُلْتُ يَا رَسُوْلَ اللهِ قُلْ لِي فِي الْلإِسْلاَمِ قَوْلاً لاَ اَسْأَلُ عَنْهُ اَحَدًا غَيْرُكَ, قَالَ: قُلْ امَنْتُ بِا اللهِ ثَمَّ اسْتَقِمْ.

Dari Abi ‘Amrin dan dikatakan Abi ‘Amrah Sufyan bin Abdillah Ats-Tsaqafy ra. berkata : Aku berkata Ya Rasulullah, katakanlah kepadaku tentang Islam akan satu ucapan yang aku tidak akan bertanya darinya kepada seorangpun dari selainmu, (Beliau) bersabda : “ Katakanlah : Aku beriman kepada Allah, kemudian istiqamahlah “.(H.R. Imam Muslim)

Penjelasan :
Kalimat “katakanlah kepadaku tentang Islam akan satu ucapan ….“, maksudnya ajarkanlah kepadaku satu kalimat yang pendek, padat berisi dalam Islam ini,  yang mudah saya mengerti, sehingga saya tidak perlu penjelasan dari orang lain. Rasulullah saw menjawab : “Katakanlah : Aku beriman kepada Allah, kemudian istiqamahlah “. Ini kalimat pendek, padat lagi berisi

Dengan menjalani dua perintah tersebut, telah terpenuhi pengertian iman dan islam secara utuh. Beliau menyuruh orang tersebut untuk selalu memperbarui imannya dengan ucapan lisan dan mengingat di dalam hati, serta menyuruh dia secara teguh melaksanakan amal shalih dan menjahui semua dosa. Hal ini karena seseorang tidak dikatakan istiqamah jika ia menyimpang walaupun hanya sebentar.

Adapun keuntungan orang orang yang beristiqamah dalam menjalani dinullah Al-Islam ini adalah sebagaimana disebutkan oleh Allah dalam firman-Nya :

إِنَّ الَّذِيْنَ قَالُوْا رَبُّنَا اللهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوْا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلاَئِكَةُ أَلآتَخَافُوْا وَلاَتَحْزَنُوْا وَأَبْشِرُوْا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنتُمْ تُوْعَدُوْنَ

Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan:"Rabb kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan):"Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu" (QS. 41:30)

فَاسْتَقِمْ كَمَا أُمِرْتَ وَمَنْ تَابَ مَعَكَ وَلاَ تَطْغَوْا إِنَّهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ بَصِيرٌ

Maka tetaplah kamu pada jalan yang benar, sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang telah bertaubat beserta kamu dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. (QS. Hud (11) ayat112)

Dari kedua ayat tersebut menunjukkan kepada kita bahwa Allah memerintahkan kepada orang-orang beriman untuk selalu beristiqamah, dan dilarang melampaui batas. Seseorang yang mampu melakukan amalan dengan istiqamah Allah akan memberikan kepadanya dengan : turunnya malaikat saat menjelang ajal dan saat bangkit dari kubur, malaikat berkata kepadanya: janganlah kalian takut dan janganlah kalian bersedih hati, dan bergembiralah dengan jannah yang telah dijanjikan kepada kalian.

Pendapat para ‘Ulama tentang istiqamah :
·         ‘Umar bin Khattab ra berkata : para shahabat lurus dan teguh dalam melaksanakan sebagian besar keta’atannya kepada Allah baik dalam keyakinan, ucapan, maupun perbuatan dan mereka terus-menerus berbuat begitu (sampai mati).
·         Ibnu ‘Abbas berkata : tidak satupun ayat Al Qur’an yang turun kepada Nabi saw yang dirasakan lebih berat dari ayat ini (perintah berbuat istiqamah).
·         Abu Qasim Al Qusyairi berkata : Istiqamah adalah satu tingkatan yang menjadi penyempurna dan pelengkap semua urusan. Dengan istiqamah, segala kebaikan dengan semua aturannya dapat diwujudkan. Orang yang tidak memiliki kesadaran beristiqamah di dalam melakukan usahanya, pasti sia-sia dan gagal
·         Al Washiti berkata : Istiqamah adalah sifat yang dapat menyempurnakan kepribadian seseorang dan tidak adanya sifat ini rusaklah kepribadian seseorang.  
·         Yang lain bependapat bahwa istiqamah itu hanyalah dapat dijalankan oleh orang-orang besar, karena istiqamah adalah menyimpang dari kebiasaan, menyalahi adat dan kebiasaan sehari-hari, teguh di hadapan Allah dengan kesungguhan dan kejujuran.

Dari pendapat para ‘Ulama tentang istiqamah, dapatlah dimengerti bahwa istiqamah benar-benar merupakan hal yang berat, para shahabat melakukan istiqamah sampai mati, istiqamah merupakan penyempurna dan pelengkap semua urusan, istiqamah adalah menyimpang dari kebiasaan, menyalahi adat dan kebiasaan sehari-hari. Karena itulah berkaitan dengan hal istiqamah ini, Nabi saw mengingatkan dengan sabdanya :

عَنْ ثَوْبَانَ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اِسْتَقِيمُوْا وَلَنْ تُحْصُوْا وَاعْلَمُوْا أَنَّ خَيْرَ أَعْمَالِكُمُ الصَّلاَةُ وَلاَ يُحَافِظُ عَلَى الْوُضُوْءِ إِلاَّ مُؤْمِنٌ

Dari Tsauban berkata Bersabda Rasulullah saw. Istiqamahlah kalian dan janganlah kalian mempedulikan, dan ketahuilah oleh kalian bahwasannya sebaik-baik amal kalian adalah sholat dan tidak menjaga (baiknya) wudlu kecuali orang beriman. (H.R.Imam Ibnu Majah juz 1 hal 342)

Wallahu ‘alam

0 komentar:

Posting Komentar