Rubrik Bimbingan Islam

Jumat, 25 Maret 2011
HAKEKAT KEHIDUPAN DUNIA

Manusia tinggal di dunia hanya untuk waktu yang singkat. Sewaktu hidupnya, ia akan diuji, dengan berbagai macam ujian, kemudian mereka akan meninggalkan dunia menuju alam akhirat di mana ia akan tinggal selama-lamanya. Harta benda serta kesenangan di dunia, walaupun diciptakan serupa dengan yang ada di akhirat, sebenarnya memiliki banyak kekurangan dan kelemahan karena harta benda dan kesenangan tersebut ditujukan hanya agar manusia mengingat hari akhirat.

Akan tetapi, orang yang ingkar tidak akan mampu memahami kenyataan hidup yang sesungguhnya, sehingga mereka berperilaku seakan-akan segala sesuatu di dunia ini abadi. Hal inilah yang menyebabkan mereka terperdaya kehidupan dunia,  mereka tidak mengetahui bahwa semua kesenangan hidup dunia ini bersifat sementara, kecil dan tidak sempurna. Padahal  dunia yang dicari dan dikejar-kejar oleh manusia ini tidak akan mampu memuaskan diri manusia. Alloh telah menjelaskan tentang gambaran dunia, dunia merupakan tempat sementara yang penuh dengan kekurangan, sebagaimana disebutkan dalam firman Allah berikut:
اعْلَمُوْا أَنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبُُ وَلَهْوُُ وَزِينَةٌ وَتَفَاخُرُُ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرُُ فِي اْلأَمْوَالِ وَاْلأَوْلاَدِ كَمَثَلِ غَيْثٍ أَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُهُ ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَاهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُوْنُ حُطَامًا وَفِي اْلأَخِرَةِ عَذَابُُ شَدِيدُُ وَمَغْفِرَةٌ مِّنَ اللهِ وَرِضْوَانُُ وَمَاالْحَيَاةُ الدُّنْيَآ إِلاَّ مَتَاعُ الْغُرُورِ
"Ketahuilah bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu." (Q.S al-Hadiid: 20)

Sebagaimana juga telah dijelaskan dalam Al-Qur`an, dunia yang sementara ini berisi hal-hal yang menyebabkan terpesonanya manusia, sehingga melupakan tempat yang abadi dan jauh lebih baik, yaitu surga. Alloh berfirman:

زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَاْلأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ذَلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَاللهُ عِندَهُ حُسْنُ الْمَئَابِ قُلْ أَؤُنَبِّئُكُم بِخَيْرٍ مِّن ذَلِكُمْ لِلَّذِينَ اتَّقَوْا عِندَ رَبِّهِمْ جَنَّاتُُ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا اْلأَنْهَارُ خَالِدِيْنَ فِيهَا وَأَزْوَاجُُ مُّطَهُّرَةُُ وَرِضْوَانُُ مِّنَ اللهِ وَاللهُ بَصِيرُُ بِالْعِبَادِ
"Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allohlah tempat kembali yang baik (surga). Katakanlah, 'Inginkah aku kabarkan kepadamu apa yang lebih baik dari semua itu?' Untuk orang-orang yang bertaqwa (kepada Alloh), pada sisi Tuhan mereka ada surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya. Dan (mereka dikaruniai) istri-istri yang disucikan serta keridhaan Alloh. Dan Alloh Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya." (Q.S Ali Imran : 14-15)

Sebenarnya, kehidupan di dunia ini tidak sempurna dan tidak sebanding jika disandingkan dengan kehidupan akhirat. Untuk menggambarkan hal ini, dunia mempunyai konotasi "tempat yang sempit, sementara, gaduh, kotor, dan menjijikkan".

Seseorang yang diberi kehidupan selama 60-70 tahun, menganggap telah berumur panjang. Namun kenyataan yang ada, apabila ajalnya telah datang, dan semua telah hilang, mereka baru menyadari betapa singkatnya waktu kehidupan di dunia ini. Sebagai buktinya, firman Alloh yang Maha benar :
قَالَ كَمْ لَبِثْتُمْ فِي اْلأَرْضِ عَدَدَ سِنِينَ  قَالُوْا لَبِثْنَا يَوْمًا أَوْ بَعْضَ يَوْمٍ فَسْئَلِ الْعَآدِّينَ  قَالَ إِن لَّبِثْتُمْ إِلاَّ قَلِيلاً لَّوْ أَنَّكُمْ كُنتُمْ تَعْلَمُوْنَ  أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّمَا خَلَقْنَاكُمْ عَبَثًا وَأَنَّكُمْ إِلَيْنَا لاَتُرْجَعُوْنَ
"Alloh bertanya, 'Berapa tahunkah lamanya kamu tinggal di bumi?' Mereka menjawab, Kami tinggal (di bumi) sehari atau setengah hari, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang menghitung. Alloh berfirman, 'Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar saja, jikalau kamu mengetahui. Maka apakah kamu mengira bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?" (Q.S al-Mu'minuun : 112-115)

Setiap orang yang mengabaikan Alloh dan tidak mengacuhkan kehidupan akhirat, selalu mengejar kesenangan dunia bahkan serakah untuk meraih dunia sebanyak-banyaknya, mereka akan mendapati hukuman di dalam api neraka. Mereka itulah yang digambarkan oleh Alloh dalam Al-Qur`an sebagaimana ayat berikut :
أُوْلَئِكَ الَّذِينَ اشْتَرَوُا الْحَيَاةَ الدُّنْيَا بِاْلأَخِرَةِ فَلاَ يُخَفَّفُ عَنْهُمُ الْعَذَابُ وَلاَ هُمْ يُنصَرُونَ
"orang-orang yang mereka membeli kehidupan dunia dengan (kehidupan) akhirat". Bagi mereka, tidak akan diringankan siksa, dan mereka dan mereka tidak akan ditolong." (Q.S al-Baqarah : 86)
إِنَّ الَّذِينَ لاَيَرْجُوْنَ لِقَآءَنَا وَرَضُوْا بِالْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَاطْمَأَنُّوْا بِهَا وَالَّذِينَ هُمْ عَنْ ءَايَاتِنَا غَافِلُوْنَ أُوْلَئِكَ مَأْوَاهُمُ النَّارُ بِمَا كَانُوْا يَكْسِبُوْنَ
"Sesungguhnya, orang-orang yang tidak mengharapkan (tidak percaya akan) pertemuan dengan Kami, dan merasa puas dengan kehidupan dunia serta merasa tenteram dengan kehidupan itu dan orang-orang yang melalaikan ayat-ayat Kami, mereka itu tempatnya ialah neraka, disebabkan apa yang selalu mereka kerjakan." (Q.S Yunus : 7-8)

Orang yang lupa bahwa dunia yang mereka huni merupakan tempat sementara, dan mereka tidak memperhatikan perintah dan larangan Alloh, bahkan merasa puas dengan kehidupan dunia, Alloh ta'ala akan memberikan hukuman yang berat. sebagaimana digambarkan oleh Alloh dalam ayat berikut :
فَأَمَّا مَن طَغَى وَءَاثَرَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا  فَإِنَّ الْجَحِيمَ هِيَ الْمَأْوَى
"Adapun orang yang melampaui batas, dan lebih mengutamakan kehidupan dunia, maka sesungguhnya nerakalah tempat tinggal(nya)." (Q.S an-Naazi'aat : 37-39)

Itulah gambaran sekilas tentang hakekat kehidupan dunia. Dunia digambarkan oleh Allah sebagai permainan, senda, gurau, dan dihias-hiasi dengan hal-hal yang menyenangkan. Namun tahukah anda, bahwa dunia bersifat sementara. Jika ajal datang, semua hilang. Apa yang anda inginkan? Abadi atau Sementara? Surga Alloh adalah abadi dan jauh lebih baik.

0 komentar:

Posting Komentar