Rubrik Penentram Jiwa

Jumat, 25 Maret 2011
SABAR MENGHADAPI EJEKAN DAN CEMOOHAN

Allah tidak akan memberikan iman kepada setiap orang, lain halnya dengan perkara dunia, Allah akan memberikan kepada siapa saja diantara manusia, yang baik maupun yang buruk, yang mukmin maupun yang kafir, karena memang itu adalah tanggung jawab Allah kepada makhluk-Nya. Allah menguji orang–orang yang berpegang teguh dengan agama-Nya tidak ada lain agar nampak jelas siapa diantara mereka yang benar-benar istiqamah dijalan-Nya.

Hal ini sesuai apa yang dikehendaki oleh Allah yang tertulis dalam  Al-Qur'an :

وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِينَْ مِنْ قَبْلِهِمْ فَلَيَعْلَمَنَّ اللهُ الَّذِيْنَ صَدَقُوْا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكَاذِبِيْنَ 

"Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang–orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang–orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang – orang yang dusta."  (QS. Al Ankabut : 3)

Allah ingin menguji kepada hamba-Nya, mana diantara mereka yang benar-benar istiqamah dijalan-Nya. Allah menguji disetiap kehidupan orang beriman dengan berbagai macam cobaan, yang menyenangkan dan juga yang menyusahkan. Unjian itu akan menimpa kepada setiap orang beriman, baik yang datang dari keluarganya sendiri, kaum kerabat, tetangga dan juga masyarakat sekitarnya. Ujud ujian bisa jadi hanya sekedar sindiran, dakwaan dan tudingan bahkan sampai kepada ancaman dihabisi nyawanya.

Dalam menghadapi kesemua itu tiada lain, dengan kesabaran dan keistiqamahan dalam berpegang teguh kepada yang haq, sebab dengan cara itulah para Rasul Allah, Ulul 'Azmi mendapat pertolongan dan kejayaan dalam menghadapi berbagai macam cobaan.

Berikut beberapa contoh para Nabi dan utusan Allah yang mendapatkan tudingan yang tidak sepantasnya ditujukan kepada beliau, diantaranya adalah :
1.        Nabi Muhammad saw.
Nabi Muhammad saw. digelari oleh pengikutnya dengan orang gila, dukun, tukang sihir, tukang sya'ir. Bahkan tatkala beliau berda'wah ke Thoif, beliau dilempari batu hingga berdarah-darah. Saat ditemui Malaikat Jibril yang akan membantu atas kebinasaan orang-orang Thoif, beliau menolak, dengan mengatakan : mudah-mudahan anak turunnya ada yang beriman.

2.        Nabi Nuh as :
Allah telah menguji kepada Nabi Nuh as. Dengan ejekan dari kaumnya, tatkala Nabi Nuh as diperintahkan oleh Allah membikin perahu, disaat itulah kaumnya setiap kali melewati Nabi Nuh as mengejeknya. Sebagaimana diceriterakan oleh Allah dalam firman-Nya (yang artinya) "Dan mulailah Nuh membuat bahtera. Dan setiap kali pemimpin kaumnya melewati Nuh, mereka mengejeknya. Berkatalah Nuh : "Jika kamu mengejek kami, maka sesungguhnya kami (pun) mengejekmu sebagaimana kamu sekalian mengejek (kami)."  (QS. Hud : 38)

3.        Nabi Ibrahim as :
Nabi Ibrohim as. dalam menyampaikan risalah Allah juga mendapatkan pertentangan dari kaumnya, Nabi Ibrahim as. mengaajak mereka agar menyembah Allah dan meninggalkan berhala-berhala mereka, dengan ajakan tersebut mereka malah beramai-ramai untuk membunuhnya dengan mencampakkan Nabi Ibrahim as. kedalam api yang menyala-nyala, agar tidak menyampaikan dakwahnya lagi, hal ini sebagaimana dikisahkan dalam Al-Qur'an sebagai berikut (yang artinya) "Mereka berkata :"Bakarlah dia dan bantulah ilah-ilah kamu, jika kamu benar-benar hendak bertindak". (QS. 21:68)

4.        Nabi Musa as.
Tatkala Nabi Musa as. Menghadapi Fir'aun laknatullah, yang mengaku sebagai Tuhan, Nabi Musa as. dituduh tukang sihir, setelah tukang-tukang sihir mengakui kekalahannya dan beriman kepada Allah pemelihara Musa dan Harun, Fi'aun mengancam kepada mereka untuk memotong kaki-kaki dan tangan-tangan mereka dengan silang, namun mereka tetap beriman. Akhirnya setelah Fir'aun dan bala tentanranya memutuskan untuk membunuh Nabi Musa as. Allah menyelamatkan Nabi Musa as. dan menenggelamkan Fir'aun dan bala tentaranya di laut.

5.        Nabi Luth as
Tatkala Nabi Luth as mengingatkan kaumnya agat tidak berbuat fakhisyah, malah kaumnya menentang dan mengusir, sebagaimana diceriterakan dalam Al-Qur'an : Dan (Kami juga mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada kaumnya:"Mengapa kamu mengerjakan perbuatan faahisyah itu yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun sebelummu". Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melampiaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas. Jawab kaumnya tidak lain hanya mengatakan:"Usirlah mereka (Luth dan pengikut-pengikutnya) dari kota ini; sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang berpura-pura mensucikan diri". (QS. 7: 80-82)

6.        Nabi Yusuf as
Nabi Yusuf as. dituduh berbuat serong dengan isteri raja yakni Zulakho'. Rekayasa ini dibikin oleh isteri raja, karena kecitaannya kepada Nabi Yusuf as. Rekayasa tersebut gagal dan Nabi Yusuf dipenjarakan.

7.        Para Shahabat
Para sahabatpun mengalami nasib yang sama, mereka dituduh orang yang bodoh, sebagaimana firman Allah swt. menyebutkan : Apabila dikatakan kepada mereka, "Berimanlah kamu sebagaimana orang-orang lain telah beriman," mereka menjawab, "Akan berimankah kami sebagaimana orang-orang bodoh itu telah beriman." Ingatlah, sesungguhnya merekalah orang-orang yang bodoh, tetapi mereka tidak tahu. (QS. 2:13)

Adapun bentuk cemoohan yang lain, para shahabat dituduh orang rendahan, yang tidak mempunyai kedudukan dan pengaruh dimasyarakat, sebagaimana firman dalam Al-Qur'an yang menyebutkan (yang artinya) : Mereka berkata:"Sesungguhnya jika kita telah kembali ke Madinah, benar-benar orang yang kuat akan mengusir orang-orang yang lemah dari padanya". Padahal kekuatan itu hanyalah bagi Allah, bagi Rasul-Nya dan bagi orang-orang mu'min, tetapi orang-orang munafik itu tiada mengetahui. (QS. Al-Munafiquun : 8)

Jadi, dicemooh merupakan sunnatullah yang berlaku sejak dahulu kala. Jika ada yang mencemooh semisal : mencemooh jenggot anda yang anda panjangkan, celana anda yang cingkrang, peci putih yang anda pakai, dahimu yang hitam bekas sujud, ghomis anda yang putih dan yang lainnya, maka janganlah bersedih hati; karena tudingan itu hanyalah mengikuti hawa nafsu dan karena kebodohan mereka. Pencemooh itu, sebenarnya amat menginginkan hidayah dari Allah, akan tetapi ia tidak kunjung datang. Sebagaimana Allah swt berfirman : "Orang–orang yang kafir itu seringkali (nanti di akhirat) menginginkan, kiranya mereka dahulu (di dunia) menjadi orang–orang muslim."  (QS. Al Hijr : 2)

Merekapun tahu kebenaran itu ada pada orang beriman; mereka mampu membedakan antara orang yang mengikuti sunnah dengan orang yang mengingkarinya. Sebagaimana disebutkan dalam firman Allah swt (yang artinya) : "Dan mereka mengingkarinya karena kedzaliman dan kesombongan (mereka) padahal hati mereka menyakini (kebenaran)nya. Maka perhatikanlah betapa kesudahan orang-orang yang berbuat kebinasaan."  (QS. An Naml : 14)

Untuk menghadapi ejekan dan celaan, maka contohlah para Nabi dan rasul utusan Allah serta shahabat yang sabar dan memaafkan, kemudian berpalinglah anda darinya.
Allah swt berfirman kepada Nabi-Nya saw :
·       Maka bersabarlah kamu seperti orang – orang yang mempunyai keteguhan dari para Rasul – Rasul telah bersabar dan janganlah kamu minta disegerakan (adzab) bagi mereka. Pada hari mereka melihat adzab yang diancamkan kepada mereka (merasa) seolah – olah tidak tinggal (di dunia) melainkan sesaat pada siang hari. (inilah) suatu pelajaran yang cukup, maka tidak dibinasakan melainkan kaum yang fasik."  (QS. Al Ahqaf : 35)
·       Sebagian besar Ahli kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran. Maka maafkanlah dan biarkanlah mereka, sampai Allah mendatangkan perintah-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu."  (QS. Al Baqarah : 109)
·       Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang ma'ruf serta berpalinglah dari pada orang – orang yang bodoh."  (QS. Al 'Araf : 199)

Jika anda dicemooh, maka berbahagialah karena itu merupakan pertanda bahwa anda istiqamah dan hal ini akan meninggikan derajat anda.

Allah juga mengabarkan kepada kita bahwa setiap Rasul yang diutus kepada suatu kaum akan digelari dengan : tukang sihir, tukan sya’ir, dukun, dan orang gila, sebagai ejekan atas mereka. Allah swt berfirman : Demikianlah tidak seorang rasulpun yang datang kepada orang – orang yang sebelum mereka, melainkan mereka mengatakan : "Ia adalah seorang tukang sihir atau orang gila."  (QS. Adz Dzariyat : 52)

Demikianlah ejekan dan cemoohan yang diberikan kepada rasul utusan Allah, mereka tidak terlepas dari ejekan dan merekapun tetap sabar. Untuk itu sepantasnya orang beriman mencontoh para rasul dalam menerima ejekan dan cemoohan dari orang lain.

0 komentar:

Posting Komentar